Berita

Berita Terbaru

Keuntungan Tax Amnesty dalam Properti

 

Kenuntungan Tax Amnesty di sektor properti

Tax Amnesti pajak atau pengampunan atau dengan kata lain pengurangan pajak properti yang akan diatur dalam UU Pengampunan Nasional. Di dalam draft Undang Undang Pengampunan Pajak disebutkan bahwa pengampunan pajak adalah penghapusan pajak terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan, serta sanksi pidana tertentu dengan membayar uang tebusan. Obyek tax amnesty atau pengampunan pajak bukan hanya berlaku untuk harta kekayaann yang disimpan di luar negeri, tapi juga untuk harta kekayaan yang disimpan di dalam negeri yang tidak dilaporkan secara benar.

Wajib pajak yang berhak menerima fasilitas tax amnesty dengan ancaman sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan ialah orang pribadi atau badan hukum yang mendapatkan surat keputusan pengampunan nasional. Selain itu juga wajib pajak tidak dilakukan penagihan pajak dengan surat paksa, pemeriksaan pajak, pemeriksaan bukti permulaan, penyidikan dan penuntutan tindak pidana di bidang perpajakan atas kewajiban perpajakan dalam masa pajak sebelum undang-undang tax amnesty di berlakukan. Dalam hal wajib pajak peserta pengampunan pajak atau amnesti pajak sedang dilakukan pemeriksaan pajak atau pemeriksaan bukti permulaan sebelum UU ini berlaku, pemeriksaan harus dihentikan.

 Kebijakan Tax Amnesty

Terdapat kebijakan amnesti pajak yang di bagi menjadi tiga periode. Wajib pajak akan dikenakan tarif sebesar 3% dari nilai harta wajib pajak bila dilaporkan pada periode pelaporan Oktober-Desember 2016. Untuk wajib pajak yang melapor pada periode Januari-Juni 2017 dikenakan tarif sebesar 5%n untuk periode Januari-Juni 2016 dan 8% untuk periode Juli-Desember 2017.

Manfaat Tax Amnesty

Cari properti:

Cari rumah atau apartemen dijual di jakarata

  1. Bagi Pemerintah

Penerapan amnesti pajak akan menghasilkan tambahan penerimaan baru bagi pemerintah, dan tambahan itu diperkirakan efektif untuk memperkecil kekurangan penerimaan target pajak yang sudah di anggarkan dalam APBN. Selama ini tercatat ada potensi penerimaan negara karena adanya wajib pajak yang tidak taat membayar pajak. Jumlahnya sangat fantastis yaitu mencapai lebih Rp4.000 triliun. Sebagian besar dananya di simpang di bank di luar negeri hingga Rp2.700 triliun sedangkan domestik Rp1.400 triliun. Penerapan tax amnesty otomatis menarik dana yang berada di luar negeri ke Indonesia sehingga tercatat sebagai sumber pajak baru.

Baca juga:

Pemerintah menargetkan penerimaan negara dari amnesti pajak sebesar Rp60 triliun dalam APBN 2016. Angka ini diperoleh dari tarif tebusan 3% dari uang yang masuk sekitar Rp2.000 triliun. Dalam APBN 2016, penerimaan pajak dipatok Rp1.348,4 triliun. Sedangkan untuk tahun ini, dari target Rp 1.295 triliun, realisasinya baru 60 persen.

  1. Bagi Pengembang

Dengan adanya pengampunan pajak akan memicu pertumbuhan sektor properti di tahun depan. Kebijakan pengampunan pajak tersebut menjadi indikator kebangkitan bisnis properti di Indonesia. Tax Amnesti diyakini akan sangat berpengaruh bagi pengembang untuk bisa terus berhubungan dengan para investor. Selama ini investor enggan menanamkan modal  atau berinvestasi di Indonesia karena pajak properti yang terlalu tinggi.

  1. Bagi Investor

Tax  amnesti ini disambut baik oleh pengembang dan pemerintah, investor, amnesti pajak ini memberi keuntungan untuk berbisnis properti. Adanya tax amnesty akan mampu membuat konsumen dan investor lebih tertarik untuk berinvestasi dan membeli properti. Sehingga membeli properti bukan lagi sesuatu yang harus ditakuti.

  1. Berkaca Dari Negara Lain

Penerapan pengampunan pajak properti sudah pernah diterapkan oleh pemerintah Indonesia di tahun 1984 dan 2004 namun gagal dan tidak menarik lantaran kurangnya dukungan penegak hukum. Di beberapa negara penerapan amnesti pajak telah berlaku. Misalnya, Afrika Selatan yang sukses menerapkan amnesti pajak karena tarif tebusan yang rendah, yakni sekitar 0,5-1 persen. Negara lain yang pernah menerapkan tax amnesty adalah Italia, India dan Brazil. Ketiga negara tersebut menerapkan tax amnesty di saat negara kekurangan duit. Dan mereka berhasil memulihkan ekonomi negaranya karena pemberlakuan tax amnesty.

Sumber:

Tempo.co


Properti Unggulan

Properti Unggulan yang kami rekomendasikan untuk anda