Berita

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah dikenal dengan ba lokasi banyak sentra industri dan area pertanian. Dengan kawasan hampir seluas 34.548 kilometer persegi ini. Beberapa daerah yang ada di Jawa Tengah memiliki karakteristik dan potensinya masing-masing. Perkembangan properti dan lahan komersial, perumahan, apartemen rumah tinggal sangat pesat. Dari data yang disebutkan Bank Indonesia memprediksi ada tiga sektor utama yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah ini, yakni industri pengolahan, pertanian, sentra PHR (perdagangan, hotel, dan restaurant) masih akan menjadi pendorong utama ekonomi Jawa Tengah pada tahun ini.

Banyak industri di provinsi ini berskala besar dan ikut mempengaruhi sektor perekonomian wilayahnya. Seperti Kudus banyak terdapat industri rokok, Jepara sebagai pusata kerajinan ukiran dan furniture, Cepu dengan kilang minyak, juga Rembang yang menjadi lokasi untuk pabrik semen.

Pertumbuhan sektor properti dapat dilihat di berbagai dengan munculnya beberapa pengembang besar baik dari skala lokal maupun nasional yang membangun dan membuka lahan baru untuk kawasan hunian. Prospek pemukiman rumah tapak di kota ini cukup menjanjikan. Pada tahun 2015 lalu, tercatat ada sekitar 15.000 real estate yang dibangun di wilayah ini dan wilayah sekitarnya. Lokasi yang sering dicari untuk kawasan hunian adalah Banyumanik, Mijen, Pedurungan, dan Candisari.

Surakarta atau Solo juga merupakan ladang berlian untuk pasar properti. Banyak lokasi yang menjadi pusat pertumbuhan properti residensial dan komersial, misalnyanya di Jalan Adi Sumarmo, Gentan, Mojosongo, Jebres, Badran dan Laweyan. Daerah lain di sekitar kota Solo pun ikut terkena imbas dinamika pertumbuhan properti. Sejumlah kalangan memilih pinggiran kota untuk membangun rumah murah. Sejumlah lokasi seperti Sragen, Karanganyar, Sukoharjo dan Boyolali merupakan wilayah yang sering diincar untuk memburu hunian sederhana dan menengah.