Captive Market atau Pasar Captive adalah pasar di mana konsumen potensial menghadapi sejumlah pemasok kompetitif yang sangat terbatas. Satu-satunya pilihan mereka adalah membeli apa yang tersedia atau tidak melakukan pembelian sama sekali. Pasar Captive menghasilkan harga yang lebih tinggi dan lebih sedikit keanekaragaman bagi konsumen. Oleh karena itu istilah ini berlaku untuk pasar mana pun di mana terdapat monopoli atau oligopoli.

Berbagai jenis pasar yang membentuk ekonomi global dan  membentuk fundamental ekonomi. Beberapa sektor ekonomi seperti pasar tradisional, ritel, dan lain lain membentuk pasar persaingan sempurna, beberapa industri lain seperti telekomunikasi, properti membentuk pasar oligopoli.

Ada namanya pasar monopoli di mana hanya satu penjual yang memiliki kapasitas untuk menjual produk tertentu. Produsen adalah pembuat harga dan pembeli tidak memiliki opsi apa pun. Jadi pasar monopoli tidak ada pesaing dan hanya ada penjual tunggal, misalnya, perusahaan mobil seperti Mercedes, BMW, dll. Saat ini di Indonesia monopoli sudah tidak di izinkan dengan alasan perlindungan konsumen.

Sesuatu yang mirip dengan pasar monopoli ini adalah Captive Market. Fitur yang menarik dari captive market adalah bahwa meskipun tidak ada monopoli alami, tapi konsumen memiliki banyak pilihan dan akhirnya mengambil produk dari satu-satunya penjual, dengan demikian menjadi bagian dari monopoli buatan.

Produk-produk yang sudah tersedia di pasar normal dan dapat dibeli dalam lingkungan persaingan sempurna dijual oleh sejumlah penjual di area tertentu. Ini merupakan persaingan yang lebih rendah dan kekuatan monopoli penjual untuk menentukan harga.

Akibatnya, produk yang tersedia dengan harga lebih murah di pasar normal dijual dengan harga yang sangat tinggi di pasar captive. Oleh karena itu, di pasar captive, konsumen terpikat oleh terbatasnya jumlah penjual dan mereka terpaksa membeli produk yang diinginkan hanya dari satu penjual tanpa ada pilihan lain. Selain itu, seperti pasar monopoli, pasar captive memiliki hambatan untuk masuk.

Bagaimana Cara Melakukan Riset Pasar – 2019

5 Cara Melakukan Analisis Peluang Pasar

Undang-undang No. 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman

Contoh Captive Market

Sebuah developer membuat kawasan perkotaan mandiri dengan total luas lahan 1000 hektar. Dalam area tersebut di bangun berbagai jenis hunian, area komersial, tempat ibadah dan lain lain. Siapapun yang membeli properti dalam kawasan tersebut sudah disiapkan semua fasilitas lengkap mulai dari sekolah, tempat ibadah, pusat belanja, universitas dan lain lain. Ketika pada saatnya tiba, terbentuk sebuah komunitas di wilayah 1000ha tersebut. Komunitas dalam wilayah 1000ha inilah yang disebut dengan captive market. Apakah ini monopoli? jawabannya tidak. Karena developer properti tersebut hanya boleh menguasai lahan 1000 ha tersebut.

Contoh lain captive market

Pusat perbelanjaan yang sering berdekatan dalam mall memiliki serangkaian produk yang dipamerkan, namun dengan label harga yang lebih tinggi. Karena toko-toko berada di dalam area mall, harga mereka dipengaruhi oleh pemilik mall tersebut, yang pada gilirannya memberikan ruang khusus ke berbagai toko untuk dalam mempromosikan pusat perbelanjaan supaya ramai pengunjung. Oleh karena itu, untuk menghasilkan laba yang besar, penjual gerai tertentu mengenakan harga selangit dari pelanggan mereka. Sementara yang lain, tidak memiliki pilihan lain sehingga harus ambil bagian dari pasar tersebut.

Apa Arti Captive Market?
Apa Arti Captive Market? - caprive market 250x190

Captive Market atau Pasar Captive adalah pasar di mana konsumen potensial menghadapi sejumlah pemasok kompetitif yang sangat terbatas. Satu-satunya pilihan

Editor's Rating: