Kenapa developer gagal dalam memasarkan proyek properti?

waduk pluit

Faktor Yang Sering Membuat Pengembang Gagal Dalam memasarkan Properti

Banyak orang bertanya kenapa developer gagal dalam mengembangkan proyek properti? Padahal mereka sudah memiliki konsep dan analisa yang matang. Banyak sekali kita temukan proyek properti perumahan, apartemen, gedung perkantoran dan lain lain menjadi sepi karena kurang peminat. Sebagian besar pengembang mengelabui konsumen dengan tetap mempekerjakan beberapa tukang untuk manipulasi supaya terlihat masih ada aktivitas.

Ada beberapa faktor dasar yang menyebabkan pengembang atau developer dengan skala kecil dan sedang mengalami kegagalan dalam penjualan proyek properti. Saya sumsikan semua aspek legal sudah terpenuhi dan tak ada yang kurang. Berikut di antaranya:

  1. Kurang Ide: Ide  adalah sesuatu yang langka dan meruapakan anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa dan di miliki oleh setiap individu. Sebagian orang terkadang mengabaikan hal hal kecil yang sebenarnya bisa membuat dia berkembang menjadi besar. Developer pemula biasanya mengabaikan hal hal kecil dan sederhana yang sebenarnya bisa mereka jadikan pengungkit dari proyek propertinya. Beberapa minggu lalu saya pergi berkunjung ke salah satu proyek di Purwakarta – Jawa Barat. Lokasi sangat strategis dan banyak potensi yang dapat di kembangkan. ContohKalau menurut saya proyek ini ada di ladang emas akan tetapi tidak di kembangkan secara maksimal. Contoh, pintu masuk yang kurang tertata dengan baik, tanaman yang tidak di urus, penunjuk arah dan media promosi yang hampir sama sekali tidak ada.
  2. Kurang dana: Dana atau finansial adalah faktor utama dan penentu yang menentukan sukses atau tidaknya sebuah pekerjaan. Memang ada satu dalam Seratus Ribu orang yang mungkin sukses mengembangkan perumahan tanpa dana, tapi ini tidak bisa di jadikan patokan karena mungkin dia sukses karena faktor keberuntungan. Dana atau cash flow ibarat darah dalam tubuh manusia, tanpa dana bagaimana anda bisa memperkenalkan produk anda ke konsumen, tidak bisa beriklan, tidak bisa cetak brosur dan lain lain. Jadi untuk menjual produk anda tanpa di imbangi ketersediaan dana yang cukup akan berakibat ke berbagai aspek misalnya pembangunan tidak tepat waktu, suplier belum di bayar, komisi marketing sering tertunda dan lain sebagainya. Dana yang cukup bukan berarti anda memiliki persediaan uang yang banyak di gudang akan tetapi lebih kepada cash flow yang teratur, artinya jika penjualan anda bagus, cash flow anda juga automatis akan bagus.
  3. Pelit: Pelit adalah faktor penyebab lain yang membuat gagalnya sebuah proyek properti. Pelit dalam arti terlalu banyak aspek aspek yang tidak penting dan menghambat yang di jadikan pertimbangan dalam mengambil dan membelanjakan kebutuhan. Contoh, Jika perusahaan sudah menganggarkan biaya iklan sebesar 5% (lima persen), mereka hanya membelanjakan 2% (dua persen) saja. Mungkin karenas alasan terlalu mahal, waktu yang tidak tepat, perusahaan yang menangani pekerjaan tidak kompetan, dan masih banyak lagi. Singkat cerita, pekerjaan yang harusnya sudah selesai jadi terbengkalai karena alasan diatas.
  4. Tidak mau belajar dan cepat puas: Banyak sekali pengembang cepat puas dengan apa yang sudah di jadikan konsep. Padahal konsep itu boleh saja di revisi sesuai dengan perkembangan pekerjaan dan permintaan pasar. Perumahan tetangga dengan design modern lebih disukai oleh konsumen sementara design rumah yang kita pasarkan juga modern tapi sedikit terlihat sempit. Katakan misalnya konsumen meminta untuk sedikit merubah design tampak depan rumah, karena alasan idealis akhirnya kita debat kusir dengan konsumen dengan alasan ini dan itu kalau tampak tidak bisa di rubah. Sehingga akhirnya konsumen akan beralih ke produk pesaing yang mungkin mau menerima masukan. Dalam hal ini, pengembang tidak mau belajar ke konsumen dan juga tidak mau belajar ke pesaing.
  5. Tidak mau mendengar: Menurut saya mendengan adalah faktor penting keberhasilan sebuah proyek properti. Mendengar saja tidaklah cukup tanpa ada action dan realisasi. Jadi anda harus mendengar, analisa dan action. Coba buka kuping anda lebar lebar dan dengarkan apa yang menjadi issue diluar proyek anda. Keberhasilah sebuah misi dalam perperangan tak lepas dari faktor intelijen yang menyusup untuk mendengarkan apa yang sedang tarjadi dan hasilnya mereka olah untuk di jadikan strategi perang melawan musuh.
×
Hallo.. Terima kasih sudah menghubungi Julizar Sayuti Consulting.
Bagaimana kami bisa membantu anda?
Jam operasional kami Senen - Jumat 08.30 s/d17.00 Sabtu 09.00 - 15.00 WIB
JUAL - BELI - SEWA PROPERTY