Latar Belakang Penilaian Pengembangan Properti

Pengembangan Properti

Pada kesempatan ini saya akan menguraikan latar belakang penilaian pengembangan sebuah proyek properti sebelum melanjutkan ke proses feasibility study. Ada berbagai definisi yang perlu anda ketahui sebelum kita melanjutkannya. Yang pertama adalah apa yang di maksud dengan Pengembangan Properti. Mungkin saja anda akan secara langsung berpikir dan menjawab   Pengembangan Properti adalah mengembangkan atau membangun sesuatu di atas lahan atau tanah. 

Mungkin saya pendapat anda benar, tapi ini belum mencakup semua format pengembangan. Terkadang dalam pengembangan tidak melakukan konstruksi dari awal tapi hanyamelakukan perubahan pada struktur bangunan yang ada saat ini. Atau dengan kata lain orang sering menyebutnya dengan renovasi atau rekondisi.

Menurut wikipedia pengembangan properti adalah sebuah proses bisnis, yang mencakup kegiatan-kegiatan yang berkisar dari renovasi dan penyewaan kembali bangunan-bangunan yang ada hingga pembelian tanah mentah dan penjualan lahan yang dikembangkan yang ditujukan untuk orang lain. Pengembang real estate atau properti adalah orang dan perusahaan yang mengokordinasikan semua kegiatan ini, mengubah ide dari kertas menjadi properti nyata. [1] Pengembangan real estate berbeda dari konstruksi, meskipun banyak pengembang juga mengelola proses konstruksi. Ada banyak jenis pengembangan properti dimana pada akhirnya akan bermuara pada sembuah penilaian properti.

Pasar dan pengembangan properti

Dalam pengembangan properti, hal penting di lakukan sebelum melaksanakan pembangunan adalah melakukan analisa pasar atau market studies. Melakukan analisa pasar untuk properti komersial dan residensial tentu saja akan berbeda. Properti residential di bedakan menjadi beberapa type atau jenis diantaranya: rumah terpisah (single house) atau rumah yang berdiri sendiri, semi terpisah, teras dan rumah yang berguna untuk berbagai fungsi. Masing masing type dapat dipisahkan tergantung kepada jenis penghuninya. Misalnya rumah untuk urang tua, keluarga kecil, pegenten baru, urban professional atau millenials, rumah kedua (biasanya untuk investasi), rumah untuk mahasiswa atau pelajar danlain sebagainya.

Biasanya jenis atau type tersebut di kembangkan berdasarkan lokasi, domografi, dan permintaan pasar. Ini dapat mempengaruhi nilai, kemampuan menjual dan performa pasar secara umum. Disini tentu saja akan tercipta beberapa jenis atau type dari kepemilikan yang nantinya akan di tawarkan kepada konsumen. Apakan Hak Milik, Hak Sewa atau Hak Guna. Tentu masing masing dari jenis ini akan menyerap pasar yang berbeda beda dan akan menyerap pasar secara dinamis.

Pengembang Properti

Seperti yang telah di jelaskan di atas, definisi pengembang properti bukann hanya membangun dari nol tapi bisa saja dengan melakukan renovasi atau merubah struktur bangunan. Disini tentu saja pengembang harus jeli dalam melihat pasar karena kalau kita lihat pada jenis pasar properti ada berbagai type yang bisa di kembangkan. Mengembangkan properti komersial dan properti residensial tentu saja akan berbeda karena penggunanya juga berbeda. Walaupun nantinya pemiliknya bisa saja berasal dari orang yang sama.

Ada beberapa jenis developer atau pengembang misalnya, pengembang skala kecil, pengembang skala menengah, dan pengembang besar. Masing masing dari type pengembang ini tentu saja memiliki tingkat kesulitan dan kemampuan masing masing. Saya tidak dapat menjelaskan mana saja yang di kategorikan pengembang kecil, mengengah dan besar. Mungkin anda bisa mengacu kepada jumlah modal yang di setor pada saat perusahaan itu di bangun atau singkatnya bisa di lihat dari surat izin usahanya.

Perubahan dalam lingkungan pengembangan

Dalam beberapa tahun belakangan ini, aktivitas pengembangan mengalami perubahan yang cukup besar. Pemilik bisnis saat ini lebih sensitif terhadap permintaan pasar atau konsumen. Saya merasa perlu untuk memahami konteks ini. Pada saat ini konsep pengembangan saat sudah semakin luas dan orang yang terlibatpun juga sudah semakin beragam. Dengan dorongan atau pertimbangan gaya hidup dan mudahnya pembiayaan orang semakin mudah melakukan pengembangan proyek, mulai dari pengembangan sejak awal sampai dengan yang hanya melakukan renovasi kecil kelan dan kemudian dijual atau disewakan. Dengan pola ini semakin bervariasi pula orang yang terlibat. Mulai dari yang berpengalaman sampai dengan yang coba coba.

Perubahan besar lainnya adalah schema pengembangan yang beragam dari hunian exclisive berubah menjadi  main stream. Surveyor dan penasehat properti memiliki sedikit keterlibatan dalam pasar ini dan yang kemudian juga mencoba memasuki pasar dengan mengakuisisi lahan untuk kemudian di kembangkan. Terdakang mereka juga menjadikannya sebagai bank tanah untuk dijadikan investasi.

×
Hallo.. Terima kasih sudah mengunjungi Julizar.com. KONSULTAN PROPERTI #1 DI INDONESIA
Bagaimana kami bisa membantu anda?
Jam operasional kami Senen - Jumat 08.30 s/d17.00 WIB
JUAL - BELI - SEWA PROPERTY