Teori Pengembangan Studi Kelayakan Finansial

Studi Kelayakan Finansial

Tujuan Pengembangan Penilaian  Dan Perannya Dalam Proses Pembangunan

Studi Kelayakan Finansial atau financial feasibility study juga dikenal sebagai “penilaian/apprisal pengembangan ” dan  pengumpulan  beragam informasi tentang biaya dan nilai proyek. Informasi ini tergabung kedalam sebuah framwork dan digunakan untuk menentukan jawaban dalam beberapa pertanyaan kunci. Penilaian pengembangan atau development apprisal adalah salah satu aspek kunci dalam kepatutan dalam pengembangan sebuah proyek.

Utamanya, aprisal digunakan untuk menentukan harga yang di tawarkan untuk sebuah lahan. Tanah yang akan di kembangkan  belum memiliki nilai yang wajar, hanya memiliki nilai yang berasal dari penundaan penggunaannya. Ini di tentukan oleh pasar, planning atau rencana batasan pengembangan bangunan pada lahan tersebut. Setiap skema yang dibuat akan menghasilkan nilai yang berbeda. Apabila lahan yang akan di kembangkan sudah di expose ke publik maka penilaian berdasarkan skema yang berbeda akan dibuat di lokasi tersebut oleh pengembang dengan perspektif yang berbeda. Pemilik lahan biasanya akan menjual kepada developer yang menawar dengan harga tinggi. Sudah jelas bahwa apprisal atau penilaian adalah komponen kunci dalam menentukan penawar tertinggi sehingga pengembang dapat menentukan BEP (Break Event Point) atau titik impas.

Hal lain manfaat penilaian dalam proses pengembangan adalah untuk menentukan skema untung atau rugi sebelum proyek di kembangkan. Ini perlu sekali guna memberi gambaran kepada developer apakah sebuah proyek viable (layak) atau tidak.

Studi Kelayakan Finansial juga digunakan untuk oleh pemberi kredit guna menentukan apakah pinjaman yang di berikan dapat kembali sesuai dengan skema yang sudah di tentukan. Biasanya pemberi kredit akan mempelajari dengan hati hati sebelum mengucurkan dana atau memberi kredit. Biasanya mereka melihat dua hal:

  • Apakah asumsi yang di buat oleh developer masuk akal atau tidak. Mereka akan menguji berbagai komponen secara utuh. Mereka akan melihat nilai sewa dan yield yang di proyeksikan oleh developer apakah bisa terealisasi atau tidak. Mereka juga akan mempelajari program harga jual apakah dapat tercapai atau tidak sesuai dengan kondisi pasar saat ini. Selainitu mereka juga akan menghitung biaya konstruksi dan element lain terkait dengan proyek tersebut.
  • Jika pemberi kredit puas dengan beberapa faktor di atas, kemudian mereka akan melihat lebih rinci tentang margin keuntungan yang di proyeksikan. Pemberi kredit biasanya melihat developer dapat mencapai prifit margin yang sudah di proyeksikan. Gunanya adalah untuk menjaga kestabilan keuangan developer. Prift margin merefleksikan risk margin pengembangan proyek tersebut. Tujuannya sederhana, semakin besar profit margin, semakin besar kemungkinan developer dapat mengembalikan uang pinjaman.

Dalam pengembangan proyek, ada tiga langkah jika apprisal di terapkan dan masing masing memiliki tujuan:

  • Initial Viability studies
  • Detail/final viability studies
  • Project Management Monitoring Studies

Membuat analisa dan skenario apakah proyek tesebut viable atau tidak sangat diperlukan. Uji apakah proyek tersebut adalah highest and best use (manfaat terbaik dan tertinggi). Intinya, semakin detail setiap asumsi di paparkan, semakin akurat hasil aprisalnya.

 

×
Hallo.. Terima kasih sudah mengunjungi Julizar.com. KONSULTAN PROPERTI #1 DI INDONESIA
Bagaimana kami bisa membantu anda?
Jam operasional kami Senen - Jumat 08.30 s/d17.00 WIB
JUAL - BELI - SEWA PROPERTY