JULIZAR JULIZAR
← Kembali ke portfolio

Feasibility Study

Feasibility Study Riung Office Tower

NON KONSTRUKSI

Feasibility Study Riung Office Tower
Daftar isi

Feasibility Study Riung Office Tower

PT. Riung Mitra Lestari (RML) memberi kepercayaan kepada Julizar Consulting sebagai konsultan independent untuk pembuatan feasibility study Riun Office Tower di Bekasi Jawa Bara.

PT. Riung Mitra Lestari (RML) atau RIUNG Group adalah sebuah perusahaan nasional yang didirikan pada tahun 2006 untuk mengambil bagian dalam meningkatkan kualitas kehidupan bangsa melalui pengembangan sumber daya manusia dan nilai serta pemanfaatan sumber daya alam secara optimal. Fungsi perusahaan tidak lain adalah sebagai tambahan yang signifikan dan pelengkap bagi industri pertambangan Indonesia khususnya dalam operasi pertambangan batubara.

Pembangunan gedung perkantoran komersial merupakan proyek investasi padat modal yang memiliki tingkat risiko bisnis cukup tinggi, terutama di tengah dinamika pasar properti yang fluktuatif. Rencana pembangunan Riung Office Tower—sebuah proyek gedung perkantoran modern—memerlukan kajian mendalam sebelum memasuki tahap konstruksi fisik.

Feasibility Study (FS) atau Studi Kelayakan disusun sebagai instrumen strategis untuk mengevaluasi kelayakan proyek ini dari berbagai sudut pandang, guna memastikan bahwa investasi yang ditanamkan dapat memberikan imbal hasil yang optimal dan memitigasi risiko kegagalan proyek.

Berikut adalah aspek-aspek utama yang dianalisis dalam Studi Kelayakan Riung Office Tower:


1. Analisis Pasar dan Permintaan Ruang Kantor (Market & Demand Analysis)

Pasar properti perkantoran saat ini mengalami pergeseran pasca-pandemi, di mana konsep kerja hibrida (hybrid working) dan kebutuhan akan ruang kantor yang fleksibel meningkat. Analisis pasar dalam FS ini meliputi:

  • Tingkat Hunian (Vacancy Rate) dan Serapan (Absorption): Memetakan kondisi pasokan (supply) dan permintaan (demand) ruang kantor di wilayah sekitar lokasi Riung Office Tower.

  • Target Demografis Penyewa: Mengidentifikasi profil calon penyewa potensial, seperti perusahaan multinasional, sektor teknologi/fintech, perusahaan rintisan (startup), hingga penyedia co-working space.

  • Analisis Tarif Sewa (Rental Rate Benchmarking): Menentukan estimasi tarif sewa per meter persegi (base rent) dan biaya layanan (service charge) yang kompetitif namun tetap menguntungkan, berdasarkan perbandingan dengan gedung-gedung perkantoran sekelas di wilayah tersebut.

2. Analisis Lokasi, Tata Kota, dan Aksesibilitas

Lokasi merupakan faktor penentu utama keberhasilan properti komersial. Kajian ini mengevaluasi:

  • Aksesibilitas dan Transportasi Publik: Menilai kedekatan lokasi Riung Office Tower dengan moda transportasi massal (seperti KRL, MRT, LRT, atau halte Transjakarta) serta akses menuju jalan tol dan bandara.

  • Koefisien Tata Ruang: Memastikan kepatuhan rencana pembangunan terhadap aturan tata kota setempat, seperti Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), dan Koefisien Dasar Hijau (KDH).

  • Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin): Mengevaluasi potensi kemacetan di sekitar lokasi proyek dan merumuskan rekayasa lalu lintas serta kapasitas parkir yang memadai untuk pengguna gedung.

3. Analisis Teknis dan Konsep Bangunan

Aspek teknis berkaitan dengan efisiensi desain fisik Riung Office Tower agar menarik bagi penyewa modern:

  • Efisiensi Lantai (Floor Plate Efficiency): Merancang tata letak kolom struktur yang meminimalkan ruang mati (dead space), sehingga area yang dapat disewakan (semi-gross area) menjadi lebih maksimal.

  • Konsep Bangunan Hijau (Green Building): Menilai kelayakan penerapan standar bangunan ramah lingkungan (seperti sertifikasi Greenship dari GBCI atau LEED) yang kini menjadi salah satu syarat utama bagi perusahaan multinasional dalam memilih kantor.

  • Teknologi Smart Building: Mengintegrasikan sistem manajemen gedung (Building Automation System), akses nirsentuh, sistem lift cerdas, dan konektivitas internet berkecepatan tinggi.

4. Analisis Skema Bisnis dan Keuangan (Financial Feasibility)

Analisis keuangan menguji kelayakan proyek Riung Office Tower secara matematis untuk membantu investor menentukan keputusan akhir. Komponen utamanya meliputi:

  • Estimasi Biaya Investasi (CAPEX): Biaya akuisisi lahan, konstruksi struktur dan arsitektur, instalasi mekanikal-elektrikal-plumbing (MEP), perizinan, hingga biaya pemasaran awal.

  • Estimasi Biaya Operasional (OPEX): Biaya utilitas (listrik, air), pemeliharaan lift, keamanan, kebersihan, asuransi, dan pajak properti.

  • Skema Pendapatan: Membandingkan kelayakan skema penjualan unit kantor (strata-title) versus skema sewa jangka panjang (lease-only), atau kombinasi keduanya untuk mempercepat arus kas masuk (cash inflow).

  • Indikator Keuangan: Menghitung kelayakan investasi melalui proyeksi arus kas, Net Present Value (NPV) positif, Internal Rate of Return (IRR) di atas biaya modal (Cost of Capital), serta menghitung periode pengembalian modal (Payback Period).


Kesimpulan

Studi Kelayakan Riung Office Tower merupakan langkah esensial untuk menyelaraskan konsep arsitektur, potensi pasar, kepatuhan regulasi, dan target finansial. Melalui analisis yang objektif dan berbasis data real-time, studi ini memberikan rekomendasi konkret bagi para pemangku kepentingan mengenai kelayakan pembangunan gedung, sehingga proyek Riung Office Tower dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan kompetitif di pasar properti komersial.

Punya proyek serupa?

Ceritakan jenis proyek, lokasi, dan tujuan Anda. Konsultasi awal gratis.

Chat WhatsApp