
Daftar isi
Studi kelayakan yang dilakukan untuk Rumah Sakit Pertamina Balongan menunjukkan hasil yang menjanjikan. Implikasi dan rekomendasi dari studi tersebut akan menjadi panduan strategis untuk langkah-langkah yang akan diambil ke depan. Diharapkan studi ini akan memberikan landasan yang kokoh dalam pengembangan fasilitas kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan. Feasibility Study Rumah Sakit Pertamina Balongan tahun 2023 dibuat oleh Julizar. Pekerjaan FS ini bertujuan untuk proyek pembangunan dan renovasi rumah sakit Pertamina Balongan.
Kecamatan Balongan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu pusat industri vital nasional, terutama karena keberadaan Kilang Pertamina RU VI Balongan. Aktivitas industri berskala besar serta pertumbuhan populasi di sekitarnya menuntut ketersediaan fasilitas layanan kesehatan yang memadai.
Sebelum merealisasikan investasi pembangunan Rumah Sakit Pertamina Balongan, tahapan awal yang wajib dilakukan adalah penyusunan Feasibility Study (FS) atau Studi Kelayakan. Studi ini berfungsi sebagai instrumen ilmiah dan strategis untuk menilai apakah proyek pembangunan rumah sakit tersebut layak dijalankan, baik dari aspek medis, operasional, hukum, maupun finansial.
Berikut adalah beberapa aspek utama yang dianalisis dalam Studi Kelayakan Rumah Sakit Pertamina Balongan:
1. Analisis Pasar dan Kebutuhan Medis (Market & Demand Analysis)
Langkah pertama dalam FS adalah memetakan kebutuhan layanan kesehatan di wilayah Balongan dan sekitarnya. Analisis ini mencakup:
-
Profil Demografis dan Epidemiologi: Mengidentifikasi jumlah penduduk, tren pertumbuhan populasi, serta pola penyakit yang paling sering terjadi di wilayah Indramayu.
-
Kebutuhan Layanan Spesifik (Kesehatan Kerja): Mengingat Balongan adalah kawasan industri petrokimia, terdapat kebutuhan tinggi terhadap layanan Kedokteran Kerja (Occupational Health) dan penanganan kegawatdaruratan, seperti Trauma Center dan unit penanganan luka bakar (Burn Unit).
-
Analisis Kompetitor: Mengevaluasi kapasitas, jenis layanan, dan jangkauan rumah sakit eksisting di sekitar Indramayu untuk menemukan celah layanan (market gap) yang dapat diisi oleh RS Pertamina Balongan.
2. Analisis Teknis dan Operasional
Aspek teknis mengevaluasi kelayakan fisik dan operasional dari rencana rumah sakit:
-
Pemilihan Lokasi dan Aksesibilitas: Lokasi rumah sakit harus mudah dijangkau oleh ambulans dan masyarakat umum, namun tetap berada dalam radius aman dari zona bahaya kilang minyak.
-
Kapasitas Tempat Tidur dan Fasilitas: Menentukan klasifikasi rumah sakit (misalnya Tipe C atau Tipe B) serta jumlah tempat tidur yang optimal berdasarkan proyeksi kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap.
-
Kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM): Merencanakan kebutuhan tenaga medis spesialis, perawat, penunjang medis, serta staf non-medis yang sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan RI.
3. Analisis Regulasi dan Dampak Lingkungan
Pendirian rumah sakit terikat erat dengan regulasi ketat untuk menjamin keselamatan pasien dan lingkungan sekitar:
-
Perizinan dan Tata Ruang: Memastikan kesesuaian lokasi rencana pembangunan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Indramayu.
-
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL): Rumah sakit menghasilkan limbah medis B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). FS harus memformulasikan sistem pengolahan limbah cair (IPAL) dan pengelolaan limbah padat medis yang aman dan sesuai regulasi lingkungan hidup.
4. Analisis Keuangan dan Kelayakan Investasi (Financial Feasibility)
Analisis keuangan merupakan bagian krusial bagi investor (Pertamedika IHC atau pihak terafiliasi) untuk mengukur tingkat pengembalian investasi. Indikator yang dihitung meliputi:
-
Capital Expenditure (CAPEX): Estimasi total biaya investasi awal, meliputi pembebasan lahan, konstruksi fisik gedung, pembelian peralatan medis, serta pengadaan sistem teknologi informasi.
-
Operational Expenditure (OPEX): Estimasi biaya operasional tahunan, termasuk gaji karyawan, bahan medis habis pakai (BMHP), utilitas, dan biaya pemeliharaan alat.
-
Proyeksi Pendapatan: Simulasi pendapatan dari berbagai sumber, seperti pasien umum, asuransi swasta, jaminan kesehatan perusahaan (Pertamina grup), serta integrasi dengan BPJS Kesehatan.
-
Metode Penilaian Investasi: Menghitung nilai Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (periode pengembalian modal) untuk memastikan proyek ini secara finansial berkelanjutan (sustainable).
Kesimpulan
Penyusunan Feasibility Study pembangunan Rumah Sakit Pertamina Balongan bukan sekadar pemenuhan syarat administratif, melainkan sebuah panduan strategis untuk memitigasi risiko investasi. Dengan analisis yang objektif dan terukur, studi kelayakan ini membantu para pengambil keputusan memastikan bahwa RS Pertamina Balongan tidak hanya layak secara bisnis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan pekerja industri dan masyarakat Indramayu secara luas.
Punya proyek serupa?
Ceritakan jenis proyek, lokasi, dan tujuan Anda. Konsultasi awal gratis.