Studi Kelayakan Pembangunan Kandang dan Hatchery GPS

Memperkuat Kedaulatan Pangan: PT Berdikari Inisiasi Studi Kelayakan Pembangunan Kandang dan Hatchery GPS (Grand Parent Stock)

Jakarta – Sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan menekan ketergantungan impor di sektor perunggasan, PT Berdikari (Member of ID FOOD) tengah melakukan studi kelayakan (Feasibility Study) komprehensif terkait pembangunan kandang Hatchery Grand Parent Stock (GPS). Proyek strategis ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok protein hewani di Indonesia dari hulu hingga ke hilir.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pembangunan fasilitas GPS merupakan langkah krusial dalam industri peternakan, karena GPS adalah bibit unggul yang akan menghasilkan Parent Stock (PS), yang pada akhirnya akan menghasilkan Final Stock (broiler atau layer) untuk dikonsumsi masyarakat. Dengan memiliki fasilitas hatchery GPS yang mumpuni, PT Berdikari memposisikan diri sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bibit ayam nasional.

Aspek Strategis Studi Kelayakan

Studi kelayakan yang diinisiasi oleh PT Berdikari mencakup analisis mendalam pada beberapa area kunci untuk memastikan fasilitas ini beroperasi dengan standar global:

  1. Standar Biosekuriti Tingkat Tinggi: Mengingat GPS adalah aset vital dengan nilai genetik tinggi, studi ini menitikberatkan pada pemilihan lokasi yang terisolasi namun strategis. Sistem biosekuriti dirancang dengan protokol ketat untuk mencegah masuknya wabah penyakit, guna menjamin kesehatan dan keberlangsungan bibit.

  2. Integrasi Teknologi Hatchery Modern: Kajian ini mengevaluasi penerapan teknologi terbaru dalam mesin tetas (incubator & hatcher) otomatis, sistem pengaturan suhu dan kelembapan berbasis IoT, serta manajemen data digital untuk memantau performa tetas secara real-time.

  3. Kajian Lingkungan dan Manajemen Limbah: Sebagai BUMN yang mengedepankan prinsip berkelanjutan, PT Berdikari memastikan desain kandang dan hatchery menerapkan konsep Green Building dan sistem pengolahan limbah yang ramah lingkungan sesuai regulasi pemerintah.

  4. Analisis Tekno-Ekonomi: Studi ini membedah proyeksi investasi jangka panjang, termasuk efisiensi biaya produksi, analisis pasar untuk penyerapan Parent Stock, serta dampak ekonomi terhadap peternak rakyat dan kemandirian pangan nasional.

  5. Kepatuhan Regulasi dan Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare): Memastikan seluruh alur produksi memenuhi standar sertifikasi bibit nasional serta prinsip kesejahteraan hewan guna menghasilkan bibit yang berkualitas tinggi dan berdaya saing.

Mendukung Swasembada Protein

Direksi PT Berdikari menegaskan bahwa pembangunan hatchery GPS ini adalah langkah nyata dalam mendukung instruksi pemerintah untuk memperkuat kemandirian pangan. Dengan mengontrol jalur distribusi di level GPS, PT Berdikari dapat membantu menyeimbangkan ekosistem industri perunggasan tanah air, memberikan kepastian pasokan bagi para peternak, dan pada akhirnya menyediakan sumber protein yang terjangkau bagi masyarakat.

Hasil dari studi kelayakan ini akan menjadi landasan utama bagi perusahaan dalam menentukan skala pembangunan dan lini masa operasional. PT Berdikari optimistis bahwa fasilitas ini tidak hanya meningkatkan daya saing perusahaan, tetapi juga menjadi benteng pertahanan pangan Indonesia di sektor peternakan.