Riset Pasar dan Competitive Analysis
Riset Pasar Versus Competitive Analysis Market research atau riset pasar membantu Anda menemukan pelanggan untuk bisnis Anda. Analisis kompetitif membantu Anda menjadikan bisnis Anda unik. Gabungkan Riset pasar…
Riset pasar adalah “mata dan telinga” bagi seorang investor atau konsultan properti. Tanpa riset yang kuat, keputusan investasi hanya akan didasarkan pada asumsi yang berisiko tinggi. Berikut adalah langkah-langkah sistematis untuk melakukan riset pasar properti secara mandiri: 1. Tentukan Tujuan Riset Anda harus tahu apa yang ingin Anda cari. Apakah untuk: Menentukan harga jual rumah agar cepat laku? Menentukan jenis bisnis yang cocok di sebuah lahan (Analisis HBU)? Mencari wilayah yang punya potensi kenaikan harga (capital gain) tinggi? 2. Pengumpulan Data Sekunder (Riset Meja) Mulailah dengan data yang sudah tersedia di internet atau laporan publik: Portal Properti Online: Cek harga rumah/tanah serupa di sekitar lokasi target melalui situs jual-beli properti. Catat harga rata-rata per meter persegi. Berita Infrastruktur: Cari tahu apakah ada rencana pembangunan jalan tol, stasiun baru, atau pusat perbelanjaan di wilayah tersebut. Infrastruktur baru adalah pendongkrak harga utama. Zonasi (RDTR): Cek peta rencana kota untuk memastikan peruntukan lahan tersebut (apakah zona pemukiman, hijau, atau komersial). 3. Pengumpulan Data Primer (Survei Lapangan) Data online seringkali tidak akurat. Anda wajib terjun ke lapangan: Mystery Shopping: Berpura-puralah menjadi pembeli. Hubungi agen properti atau pengembang di sekitar lokasi. Tanya harga asli setelah diskon, cara bayar, dan berapa unit yang sudah terjual. Wawancara Tokoh Lokal: Tanya kepada ketua lingkungan (RT/RW) atau penduduk setempat mengenai kondisi keamanan, sejarah banjir, dan masalah air bersih. Cek “Papan Pengumuman”: Perhatikan spanduk “Dijual” di sekitar lokasi. Semakin banyak spanduk yang sudah lama terpasang tapi belum laku, berarti pasokan (supply) sedang berlebih atau harga terlalu mahal. 4. Analisis Pasokan (Supply Analysis) Identifikasi kompetitor Anda: Ada berapa banyak rumah/apartemen sejenis yang sedang dijual di radius 3-5 km? Apa fasilitas yang mereka tawarkan (kolam renang, keamanan 24 jam, dll)? Bagaimana kualitas bangunannya dibanding milik Anda? 5. Analisis Permintaan (Demand Analysis) Siapa yang akan membeli atau menyewa properti di sana? Profil Demografis: Apakah mereka keluarga muda, mahasiswa, atau pekerja kantoran? Daya Beli: Berapa rata-rata pendapatan mereka? Jika targetnya adalah buruh pabrik, jangan membangun rumah mewah seharga miliaran. Laju Penyerapan (Absorption Rate): Hitung berapa banyak unit yang laku dalam sebulan di wilayah tersebut. Ini indikator seberapa cepat investasi Anda akan kembali. 6. Analisis Perbandingan (Benchmarking) Buatlah tabel perbandingan sederhana untuk menyimpulkan posisi properti Anda: Fitur Properti Anda Kompetitor A Kompetitor B Harga/m² Rp 10 Juta Rp 12 Juta Rp 9 Juta Luas Bangunan 60 m² 70 m² 45 m² Jarak ke Tol 5 Menit 15 Menit 10 Menit Kondisi Baru Lama Baru 7. Penarikan Kesimpulan (SWOT) Setelah semua data terkumpul, buatlah analisis SWOT: Strength (Kekuatan): Misal, lokasi paling dekat dengan stasiun. Weakness (Kelemahan): Misal, jalan di depan rumah sempit. Opportunity (Peluang): Misal, tahun depan akan ada pembangunan mal di dekat sana. Threat (Ancaman): Misal, banyak pengembang besar mulai membangun proyek serupa di dekat lokasi. Tips Profesional: Jangan hanya melihat Harga Penawaran (harga yang dipasang di iklan), tapi carilah Harga Transaksi (harga asli saat akad). Harga transaksi biasanya 10-20% lebih rendah dari harga penawaran. Anda bisa mendapatkan info ini dari notaris lokal atau agen properti senior yang sering menangani wilayah tersebut.
Riset Pasar Versus Competitive Analysis Market research atau riset pasar membantu Anda menemukan pelanggan untuk bisnis Anda. Analisis kompetitif membantu Anda menjadikan bisnis Anda unik. Gabungkan Riset pasar…
Artikel membantu Anda memahami dasarnya. Untuk proyek Anda sendiri, tim kami siap membantu dari studi kelayakan hingga manajemen konstruksi.