JULIZAR JULIZAR

Cara menghitung hbu

Menghitung Highest and Best Use (HBU) bukan hanya menggunakan satu rumus matematika sederhana, melainkan sebuah proses analisis bertahap. Metode yang paling umum digunakan untuk menghitung nilai HBU adalah Metode Sisa Lahan (Land Residual Method). Berikut adalah langkah-langkah praktis dan cara menghitungnya: Langkah 1: Tentukan Opsi Penggunaan Pilih 2 atau 3 skenario yang memungkinkan secara aturan (Zonasi/KDB/KLB). Opsi A: Dibangun Ruko. Opsi B: Dibangun Apartemen/Kos Eksklusif. Langkah 2: Hitung Kapasitas Bangunan (Analisis Teknis) Gunakan aturan KDB dan KLB yang sudah kita bahas sebelumnya untuk tahu berapa luas bangunan maksimal. Contoh: Luas Tanah 1.000 m², KLB = 2. Total Luas Bangunan (GFA): 1.000 x 2 = 2.000 m². Langkah 3: Proyeksi Pendapatan (Revenue) Cari harga pasar jual atau sewa di lokasi tersebut. Opsi A (Ruko): Harga jual Rp 15 Juta/m². Total Pendapatan: 2.000 m² x Rp 15 Juta = Rp 30 Miliar. Opsi B (Apartemen): Harga jual Rp 20 Juta/m² (tapi saleable area hanya 80% karena ada koridor). Total Pendapatan: (80% x 2.000 m²) x Rp 20 Juta = Rp 32 Miliar. Langkah 4: Hitung Biaya Pembangunan (Development Cost) Hitung semua biaya untuk mewujudkan bangunan tersebut. Biaya Konstruksi: (Misal Rp 6 Juta/m²). Biaya Soft Cost: Perizinan, arsitek, legalitas (± 10% dari konstruksi). Biaya Pemasaran: Agen properti, iklan (± 5%). Biaya Bunga Bank/Pendanaan. Langkah 5: Hitung Profit Pengembang (Developer’s Profit) Biasanya pengembang mengharapkan keuntungan sekitar 15% – 20% dari total biaya atau nilai proyek. Langkah 6: Gunakan Rumus Land Residual (Sisa Lahan) Di sinilah kita menemukan nilai HBU-nya. Rumusnya: Nilai Sisa Lahan = Total Nilai Jual Proyek – (Total Biaya Pembangunan + Profit Pengembang) Contoh Simulasi Perhitungan (Sederhana): Mari kita bandingkan dua opsi untuk lahan seluas 1.000 m²: Komponen Opsi A (Ruko) Opsi B (Apartemen) Total Nilai Jual (Revenue) Rp 30 Miliar Rp 40 Miliar Biaya Konstruksi & Perizinan Rp 12 Miliar Rp 22 Miliar Biaya Pemasaran & Operasional Rp 2 Miliar Rp 4 Miliar Profit Pengembang (20%) Rp 6 Miliar Rp 8 Miliar Total Biaya + Profit Rp 20 Miliar Rp 34 Miliar Nilai Sisa Lahan (Residual) Rp 10 Miliar Rp 6 Miliar Analisis Hasil: Opsi A (Ruko) menghasilkan nilai sisa lahan sebesar Rp 10 Miliar. Opsi B (Apartemen) menghasilkan nilai sisa lahan sebesar Rp 6 Miliar. Kesimpulan HBU:Meskipun Apartemen memiliki nilai jual yang lebih tinggi (Rp 40 Miliar), namun karena biaya pembangunannya jauh lebih mahal, nilai tanahnya justru menjadi lebih rendah. Maka, Highest and Best Use (HBU) untuk lahan ini adalah Ruko (Opsi A), karena memberikan nilai sisa lahan tertinggi bagi pemilik tanah. Ringkasan Urutan Kerja: Analisis Legal: Cek IMB/PBG, KDB, KLB (Apakah boleh?). Analisis Fisik: Cek bentuk tanah & akses jalan (Apakah bisa dibangun?). Analisis Finansial: Hitung pendapatan vs biaya (Apakah untung?). Analisis Produktivitas: Bandingkan sisa keuntungan antar opsi (Mana yang paling untung?). Metode ini sangat krusial bagi Property Consultant karena membantu pemilik lahan memutuskan apakah lahan mereka lebih baik dijual mentah, dibangun sendiri, atau dikerjasamakan dengan sistem bagi hasil.

Bisnis

Cara Membuat Highest and Best Use Study

Cara Membuat Highest and Best Use Study Langkah Demi Langkah Dayaguna/manfaat yang maksimal/tertinggi dan terbaik dari lahan yang secara fisik dimungkinkan dan paling mungkin digunakan, secara hukum diizinkan…

Butuh pendampingan langsung dari konsultan?

Artikel membantu Anda memahami dasarnya. Untuk proyek Anda sendiri, tim kami siap membantu dari studi kelayakan hingga manajemen konstruksi.

Konsultasi via WhatsApp

Anda akan diarahkan ke WhatsApp dengan pesan yang sudah terisi. Konsultasi awal gratis, Senin sampai Jumat 08.30 sampai 17.00.
Chat WhatsApp