Dalam bisnis makanan, menentukan target market (target pasar) bukan sekadar mengatakan “semua orang yang lapar”, melainkan harus lebih spesifik. Menentukan target market yang tepat akan membantu Anda menentukan harga, kemasan, hingga cara promosi (sama seperti Analisis HBU dalam properti).
Berikut adalah beberapa contoh target market berdasarkan jenis usaha makanannya:
1. Contoh: Usaha Katering Diet/Sehat (Healthy Catering)
Usaha ini biasanya memiliki harga yang lebih tinggi dan membutuhkan kepercayaan konsumen.
Demografi: Pria dan wanita, usia 25–45 tahun, pekerja kantoran atau profesional, kelas ekonomi menengah ke atas (SES A/B).
Geografi: Area perkantoran besar atau kompleks perumahan elit di kota besar.
Psikografi: Peduli pada kesehatan, ingin menurunkan berat badan tanpa repot, tidak sempat memasak sendiri, aktif di komunitas olahraga (gym, yoga, lari).
Kebutuhan: Makanan dengan takaran kalori yang pas, bahan organik, dan pengantaran tepat waktu ke kantor/rumah.
2. Contoh: Jajanan Pedas Kekinian (Seblak, Bakso Aci, dll)
Usaha ini biasanya mengandalkan volume penjualan yang besar dan viralitas.
Demografi: Pelajar SMP/SMA dan Mahasiswa, usia 13–24 tahun, uang saku terbatas (ekonomi menengah ke bawah).
Geografi: Dekat sekolah, kampus, atau area kos-kosan.
Psikografi: Pengikut tren media sosial (TikTok/Instagram), suka tantangan rasa pedas, sering jajan bersama teman (kelompok), mencari hiburan melalui makanan murah.
Kebutuhan: Rasa yang sangat kuat (micin/pedas), harga di bawah Rp15.000, kemasan yang mudah dibawa (hand-held).
3. Contoh: Frozen Food Home-Made (Lauk Siap Saji)
Fokus pada praktisitas dan kualitas rasa rumahan.
Demografi: Ibu rumah tangga yang juga bekerja (working mom), usia 25–40 tahun, memiliki anak kecil.
Geografi: Kawasan sub-urban atau perumahan keluarga muda yang jauh dari pusat kuliner.
Psikografi: Sibuk, ingin menyajikan makanan bergizi untuk keluarga namun tidak punya waktu lama di dapur, mementingkan kebersihan bahan.
Kebutuhan: Stok makanan yang tahan lama di freezer, cara penyajian tinggal goreng/rebus, rasa yang tidak terlalu tajam (disukai anak-anak).
4. Contoh: Coffee Shop (Spesialis Kopi & Ruang Kerja)
Menjual suasana dan fasilitas selain rasa kopi.
Demografi: Mahasiswa tingkat akhir, pekerja lepas (freelancer), dan pekerja kreatif, usia 20–35 tahun.
Geografi: Dekat pemukiman padat penduduk atau area komersial yang tenang.
Psikografi: Membutuhkan tempat untuk produktif (Work From Cafe), menyukai desain estetis (Instagramable), mengapresiasi teknik seduh kopi manual.
Kebutuhan: WiFi cepat, banyak stop kontak listrik, suasana tenang, kursi yang nyaman untuk duduk lama.
Cara Menentukan Target Market Anda (Rumus STP)
Jika Anda sedang merencanakan bisnis makanan, gunakan langkah ini:
Segmentation (Segmentasi): Bagi pasar menjadi kelompok-kelompok.
Contoh: Kelompok orang tua vs Kelompok anak muda.
Targeting (Targeting): Pilih satu atau dua kelompok yang paling menguntungkan.
Contoh: “Saya mau pilih anak muda yang suka nongkrong malam.”
Positioning (Positioning): Tentukan identitas produk Anda di mata mereka.
Contoh: “Produk saya adalah kopi termurah dengan WiFi tercepat di area ini.”
Mengapa ini penting?Sama seperti membangun gedung, jika Anda membangun Katering Sehat (Produk) untuk Anak Sekolah (Target), maka bisnis Anda kemungkinan gagal karena harganya terlalu mahal bagi mereka. Sebaliknya, jika targetnya tepat, strategi pemasaran Anda akan jauh lebih hemat dan efektif.
Bagaimana Cara Menemukan Target Market? Sebuah bisnis jika ingin sukses memahami orang yang akan membeli produk atau layanan mereka, menemukan target market yang tepat adalah kunci untuk menjadi…
Butuh pendampingan langsung dari konsultan?
Artikel membantu Anda memahami dasarnya. Untuk proyek Anda sendiri, tim kami siap membantu dari studi kelayakan hingga manajemen konstruksi.