JULIZAR JULIZAR

Contoh target pasar makanan ringan

Dalam bisnis makanan ringan (snack), target pasar sangat menentukan rasa, kemasan, hingga harga jual. Karena pasar snack sangat luas, Anda harus membaginya ke dalam beberapa kategori spesifik. Berikut adalah beberapa contoh target pasar makanan ringan berdasarkan jenis produknya: 1. Contoh: Keripik Pedas Kekinian (Sesuai Tren Gen Z) Produk seperti makaroni pedas, keripik kaca, atau basreng (bakso goreng). Demografi: Remaja dan dewasa muda, usia 15–25 tahun (Pelajar & Mahasiswa). Geografi: Area perkotaan atau dekat institusi pendidikan. Penjualan kuat di platform online (TikTok Shop/Shopee). Psikografi: Suka tantangan (level pedas), mengikuti tren viral di media sosial, sering makan snack sambil belajar atau bermain game. Perilaku: Membeli karena melihat review viral, cenderung impulsif (beli karena lapar mata), dan suka kemasan yang praktis (bisa ditutup kembali/ziplock). Harga: Terjangkau (Rp5.000 – Rp15.000). 2. Contoh: Camilan Sehat/Diet (Granola, Keripik Buah Vakum) Fokus pada rendah kalori, tanpa pengawet, dan bahan alami. Demografi: Pria dan wanita, usia 25–40 tahun, pekerja kantoran atau praktisi kebugaran. Geografi: Kota besar (Metropolitan) dengan akses ke gym atau supermarket premium. Psikografi: Sadar kesehatan (health-conscious), sangat memperhatikan informasi nilai gizi (kalori, serat, gula), dan penganut gaya hidup bersih (clean eating). Perilaku: Membeli sebagai pengganti makanan berat di jam kerja, bersedia membayar lebih mahal untuk kualitas, dan biasanya berlangganan atau membeli dalam jumlah banyak. Harga: Premium (Rp25.000 – Rp75.000). 3. Contoh: Makanan Ringan Tradisional Oleh-Oleh (Bakpia, Keripik Tempe) Produk yang mengandalkan ciri khas daerah. Demografi: Keluarga, wisatawan, atau perantau, usia 30–60 tahun. Geografi: Lokasi wisata, bandara, stasiun kereta api, atau terminal. Psikografi: Menghargai nilai autentik/tradisional, memiliki sifat sosial yang tinggi (beli untuk dibagikan kepada rekan kantor atau tetangga), dan merasa bernostalgia dengan rasa daerah. Perilaku: Membeli dalam jumlah besar (kardusan), sangat memperhatikan tanggal kedaluwarsa, dan memilih kemasan yang kuat agar tidak hancur saat dibawa perjalanan. Harga: Menengah (Rp30.000 – Rp100.000 per paket). 4. Contoh: Snack Organik untuk Balita (Puff Buah, Biskuit Tanpa MSG) Target pasarnya adalah orang tua (pengambil keputusan). Target Konsumen: Ibu muda (New Moms), usia 25–35 tahun, ekonomi menengah ke atas. Psikografi: Protektif terhadap asupan gizi anak, takut akan dampak bahan kimia/pengawet pada anak, dan aktif mencari referensi di grup WhatsApp atau forum parenting. Perilaku: Membeli di toko perlengkapan bayi (baby shop) atau apotek, loyal terhadap satu merek jika anak menyukainya, dan menyukai kemasan kecil sekali makan (single serve). Harga: Menengah ke atas (Rp15.000 – Rp40.000 per kemasan kecil). Strategi Menentukan Target Pasar Snack Anda: Tentukan “Momen Makan”: Apakah snack Anda dimakan untuk menahan lapar (mengenyangkan)? Apakah untuk teman bekerja/belajar (tidak mengenyangkan tapi bikin mulut sibuk)? Apakah untuk hadiah (kemasan harus bagus)? Analisis Rasa vs Harga: Rasa gurih/micin yang kuat biasanya menyasar pasar massa (harga murah). Rasa hambar/alami biasanya menyasar pasar niche/khusus (harga mahal). Distribusi: Jika targetnya anak sekolah, Anda harus masuk ke kantin atau warung. Jika targetnya orang diet, Anda harus kuat di iklan media sosial dan toko organik. Saran Tambahan:Sama halnya dengan analisis HBU di properti, dalam bisnis snack Anda juga harus melihat permintaan dan penawaran. Jika di satu daerah sudah terlalu banyak yang menjual keripik pisang, mungkin HBU (penggunaan terbaik) untuk bisnis kuliner Anda adalah menjual jenis snack lain yang belum ada namun diminati pasar lokal tersebut.

Butuh pendampingan langsung dari konsultan?

Artikel membantu Anda memahami dasarnya. Untuk proyek Anda sendiri, tim kami siap membantu dari studi kelayakan hingga manajemen konstruksi.

Konsultasi via WhatsApp

Anda akan diarahkan ke WhatsApp dengan pesan yang sudah terisi. Konsultasi awal gratis, Senin sampai Jumat 08.30 sampai 17.00.
Chat WhatsApp