Dalam bisnis produk kerajinan (handicraft), nilai jual utama bukan hanya pada fungsi, melainkan pada keunikan, cerita di balik produk (storytelling), dan nilai seninya. Karena setiap kerajinan memiliki karakteristik yang berbeda, target pasarnya pun sangat spesifik.
Berikut adalah beberapa contoh target pasar produk kerajinan berdasarkan kategori produknya:
1. Contoh: Kerajinan Dekorasi Rumah (Macrame, Anyaman Rattan, Gerabah Modern)
Produk yang mengedepankan estetika untuk mempercantik ruangan.
Demografi: Wanita, usia 25–40 tahun, ibu rumah tangga atau wanita karier, kelas ekonomi menengah ke atas.
Psikografi: Menyukai desain interior (gaya Boho, Scandinavian, atau Minimalist), gemar menata rumah, aktif mencari inspirasi di Pinterest atau Instagram, dan menghargai produk yang dibuat dengan tangan (handmade).
Perilaku: Sering berbelanja di marketplace khusus dekorasi, mengunjungi pameran furnitur, dan sangat mementingkan kecocokan warna produk dengan tema rumah mereka.
Target Tambahan: Pemilik kafe, hotel, atau Airbnb yang ingin menciptakan suasana estetik untuk menarik pengunjung.
2. Contoh: Souvenir Pernikahan Custom (Sabun Natural, Pouch Tenun, Lilin Aroma)
Produk yang dibeli dalam jumlah besar (bulk) untuk acara khusus.
Demografi: Pasangan muda (calon pengantin), usia 22–32 tahun, pendidikan minimal S1, kelas ekonomi menengah.
Psikografi: Ingin memberikan kesan yang unik dan personal kepada tamu undangan, peduli pada kemasan yang cantik (aesthetic packaging), dan cenderung menghindari souvenir plastik yang sekali pakai (peduli lingkungan).
Perilaku: Melakukan riset 6–12 bulan sebelum acara, mencari vendor melalui Instagram atau bridestory, dan sangat sensitif terhadap kualitas detail meskipun membeli dalam jumlah banyak.
3. Contoh: Aksesoris Fashion Etnik (Tas Tenun, Perhiasan Perak, Batik Tulis)
Produk yang menggabungkan unsur budaya dengan tren modern.
Demografi: Laki-laki dan perempuan, usia 35–55 tahun, profesional, pejabat, atau kolektor seni.
Geografi: Masyarakat perkotaan atau turis mancanegara yang berkunjung ke daerah wisata budaya.
Psikografi: Memiliki rasa bangga terhadap budaya lokal (nasionalisme tinggi), menyukai barang-barang eksklusif yang tidak diproduksi massal, dan mengapresiasi kerumitan proses pembuatan (misal: proses membatik atau menenun).
Perilaku: Menghadiri acara formal atau kenegaraan, sering mengunjungi galeri seni, dan bersedia membayar harga premium untuk keaslian bahan.
4. Contoh: Produk Kerajinan Eco-Friendly (Upcycle Plastik, Sedotan Bambu, Tas Belanja Ulang Pakai)
Fokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan.
Demografi: Gen Z dan Milenial, usia 18–35 tahun, pelajar atau pekerja muda.
Psikografi: Aktivis lingkungan atau individu yang sedang memulai gaya hidup zero waste, sangat benci penggunaan plastik sekali pakai, dan lebih memilih mendukung UMKM lokal daripada brand besar.
Perilaku: Aktif di media sosial menyuarakan isu iklim, membawa alat makan sendiri saat bepergian, dan bersedia membayar lebih untuk produk yang memiliki dampak sosial positif.
Strategi Menemukan Target Pasar untuk Pengrajin:
Analisis “Utility vs Art”:
Jika produk Anda lebih banyak fungsinya (misal: keranjang baju), sasar kelompok Ibu Rumah Tangga.
Jika produk Anda lebih banyak nilai seninya (misal: patung ukir), sasar kelompok Kolektor atau Galeri.
Gunakan Storytelling:Target pasar kerajinan sangat tersentuh dengan cerita. Jelaskan siapa pengrajinnya, berapa lama waktu pembuatannya, dan dari mana bahan bakunya berasal. Ini akan menarik konsumen yang mencari nilai emosional.
Tentukan Level Harga:
Harga Rendah: Sasar pasar souvenir massal atau hadiah kecil.
Harga Tinggi: Sasar pasar korporat (hadiah untuk klien penting) atau pajangan interior mewah.
Tips Profesional:Dalam dunia properti, kita mengenal analisis HBU (penggunaan terbaik). Begitu juga dengan kerajinan. Jika Anda memiliki keahlian membuat anyaman bambu, “penggunaan terbaik” untuk mendapatkan untung maksimal bukan menjadikannya besek dapur murah, melainkan menjadikannya lampu hias estetik untuk hotel bintang lima. Target pasar menentukan nilai jual produk Anda.
Bagaimana Cara Menemukan Target Market? Sebuah bisnis jika ingin sukses memahami orang yang akan membeli produk atau layanan mereka, menemukan target market yang tepat adalah kunci untuk menjadi…
Butuh pendampingan langsung dari konsultan?
Artikel membantu Anda memahami dasarnya. Untuk proyek Anda sendiri, tim kami siap membantu dari studi kelayakan hingga manajemen konstruksi.