JULIZAR JULIZAR

Jenis target market

Dalam dunia bisnis dan pemasaran, Target Market (Target Pasar) dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara perusahaan mengelompokkan calon konsumennya. Memahami jenis-jenis ini sangat penting agar pesan promosi Anda “tepat sasaran”. Berikut adalah pembagian jenis target market yang paling umum: 1. Berdasarkan Model Bisnis (Pihak yang Membeli) Ini adalah pembagian paling mendasar berdasarkan siapa subjek yang membeli produk Anda. B2C (Business to Consumer): Target pasarnya adalah individu atau pembeli akhir yang menggunakan produk untuk keperluan pribadi. Contoh: Menjual nasi goreng, baju kaos, atau rumah tinggal pribadi. B2B (Business to Business): Target pasarnya adalah perusahaan atau organisasi. Produk digunakan untuk operasional kantor atau bahan baku produksi kembali. Contoh: Jasa katering untuk pabrik, penyewaan gedung kantor (seperti analisis HBU perkantoran), atau penjualan mesin industri. B2G (Business to Government): Target pasarnya adalah instansi pemerintah. Biasanya melalui proses tender. Contoh: Pengadaan seragam PNS atau pembangunan jembatan oleh kontraktor. 2. Berdasarkan Segmentasi (Karakteristik Konsumen) Ini adalah pembagian yang paling sering digunakan dalam menyusun strategi iklan. Segmentasi Demografis: Fokus pada “Siapa” mereka. Meliputi: Usia, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, dan status pernikahan. Segmentasi Geografis: Fokus pada “Di mana” mereka berada. Meliputi: Lokasi (kota/desa), iklim (panas/dingin), wilayah (lokal/nasional/internasional). Segmentasi Psikografis: Fokus pada “Mengapa” mereka membeli (Sisi psikologis). Meliputi: Gaya hidup, nilai-nilai, minat, hobi, kepribadian, dan kelas sosial. Segmentasi Perilaku (Behavioral): Fokus pada “Bagaimana” mereka berinteraksi dengan produk. Meliputi: Loyalitas merek, frekuensi belanja, tingkat pemakaian (pengguna berat atau jarang), dan manfaat yang dicari. 3. Berdasarkan Strategi Cakupan Pasar Bagaimana perusahaan memilih luasnya target pasar yang ingin diambil. Mass Market (Pemasaran Massal): Perusahaan menganggap semua orang adalah target pasar yang sama. Produknya bersifat umum. Contoh: Garam dapur, sabun mandi standar, atau bensin. Differentiated Market (Pemasaran Berbeda): Perusahaan menargetkan beberapa segmen pasar yang berbeda dengan produk yang berbeda pula. Contoh: Perusahaan otomotif (Toyota) yang memiliki mobil murah (Agya) untuk anak muda dan mobil mewah (Alphard) untuk pejabat. Niche Market (Pasar Ceruk): Target pasar yang sangat spesifik dan sempit dengan kebutuhan yang unik. Contoh: Makanan khusus kucing ras tertentu, sepatu basket untuk pemain profesional, atau properti mewah dengan fasilitas private jet. Micromarketing: Pemasaran yang sangat personal, bahkan hingga ke tingkat individu atau lokasi lokal tertentu. Contoh: Desain baju kustom (sesuai pesanan satu orang) atau iklan toko kelontong yang hanya muncul untuk warga di satu kompleks perumahan. 4. Berdasarkan Tahapan Pembeli Target pasar juga bisa dibagi berdasarkan posisi mereka dalam proses pembelian. Cold Market: Orang yang belum mengenal produk atau merek Anda sama sekali. Warm Market: Orang yang sudah mengenal Anda, mungkin mengikuti media sosial Anda, tapi belum melakukan pembelian. Hot Market: Orang yang sudah siap membeli atau bahkan sudah pernah membeli dan berpotensi menjadi pelanggan setia. Hubungan Jenis Target Market dengan HBU (Highest and Best Use) Dalam dunia properti, pemilihan Jenis Target Market sangat menentukan hasil analisis HBU: Jika Target Market Anda B2B (Perusahaan), maka penggunaan terbaik lahan (HBU) mungkin adalah Gedung Kantor atau Gudang. Jika Target Market Anda adalah Niche Market (Ekonomi Atas), maka HBU-nya adalah Apartemen Mewah atau Hotel Bintang 5. Jika Target Market Anda adalah Mass Market (Keluarga Muda), maka HBU-nya adalah Perumahan Tipe 36 atau Cluster bersubsidi. Kesimpulan:Anda tidak bisa menggunakan satu cara untuk semua orang. Dengan menentukan Jenis Target Market yang tepat (apakah itu Niche, Mass, B2B, atau Psikografis tertentu), Anda bisa menghemat biaya promosi dan meningkatkan angka penjualan secara drastis.

Butuh pendampingan langsung dari konsultan?

Artikel membantu Anda memahami dasarnya. Untuk proyek Anda sendiri, tim kami siap membantu dari studi kelayakan hingga manajemen konstruksi.

Konsultasi via WhatsApp

Anda akan diarahkan ke WhatsApp dengan pesan yang sudah terisi. Konsultasi awal gratis, Senin sampai Jumat 08.30 sampai 17.00.
Chat WhatsApp