JULIZAR JULIZAR

Apa itu studi kelayakan bisnis dan contohnya?

Apa itu studi kelayakan bisnis dan contohnya? Studi Kelayakan Bisnis (SKB) atau Feasibility Study adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengkaji secara mendalam tentang suatu ide atau rencana bisnis, guna menentukan apakah bisnis tersebut layak atau tidak layak untuk dijalankan. Jika HBU (yang kita bahas sebelumnya) digunakan untuk memilih jenis properti terbaik, maka Studi Kelayakan Bisnis adalah pengujian menyeluruh terhadap ide tersebut sebelum modal besar benar-benar dikeluarkan. 5 Aspek Utama dalam Studi Kelayakan Bisnis Sebuah bisnis dinyatakan “Layak” jika memenuhi syarat dalam 5 bidang berikut: Aspek Pasar & Pemasaran: Apakah ada orang yang mau membeli produk/jasa tersebut? Seberapa besar persaingannya? Aspek Teknis & Operasional: Apakah lokasinya mendukung? Apakah alat dan teknologinya tersedia? Aspek Hukum (Legalitas): Apakah bisnis ini melanggar hukum? Bagaimana perizinannya (NIB, IMB/PBG)? Aspek Manajemen & SDM: Siapa yang akan mengelola? Apakah kita butuh tenaga ahli khusus? Aspek Keuangan (Finansial): Di sinilah kita menghitung NPV, IRR, dan Payback Period. Apakah profitnya lebih besar dari modal dan bunga bank? Contoh Kasus Studi Kelayakan Bisnis Bayangkan seseorang bernama Budi ingin membuka bisnis “Laundry Self-Service” di area kampus. Sebelum menyewa tempat, Budi melakukan SKB: 1. Aspek Pasar Temuan: Terdapat 3.000 mahasiswa di radius 500 meter. Mayoritas tinggal di kos-kosan tanpa mesin cuci. Laundry kiloan yang ada saat ini butuh waktu 3 hari selesai, sementara mahasiswa butuh cepat. Hasil: LAYAK (Ada permintaan tinggi). 2. Aspek Teknis Temuan: Ada ruko kosong dekat gerbang kampus. Listrik ruko memadai (atau bisa ditambah kapasitasnya) untuk 5 mesin cuci dan 5 mesin pengering. Air bersih juga lancar. Hasil: LAYAK (Infrastruktur tersedia). 3. Aspek Hukum Temuan: Zonasi ruko tersebut adalah “Komersial” (boleh untuk usaha). Budi bisa mendaftarkan izin melalui sistem OSS secara mandiri. Hasil: LAYAK (Tidak melanggar aturan). 4. Aspek Keuangan (Menggunakan NPV & IRR) Investasi Awal: Rp200 Juta (beli mesin, sewa tempat, renovasi). Prediksi Pendapatan: Setelah dipotong listrik, air, dan sabun, laba bersih diprediksi Rp8 Juta/bulan. Perhitungan: Payback Period: Modal kembali dalam sekitar 25 bulan (2 tahun). NPV: Positif (Angka keuntungan di masa depan lebih besar dari Rp200 juta saat ini). IRR: 18% (Lebih tinggi dari bunga bank yang hanya 6%). Hasil: LAYAK (Menguntungkan). Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis Budi: Karena semua aspek (Pasar, Teknis, Hukum, dan Keuangan) memberikan hasil positif, maka laporan SKB menyimpulkan bahwa bisnis Laundry Budi LAYAK untuk dijalankan. Apa bedanya dengan Bisnis Plan? Agar Anda tidak tertukar, ini ringkasannya: Studi Kelayakan Bisnis (SKB): Dilakukan untuk menjawab pertanyaan: “Apakah bisnis ini masuk akal dan aman untuk dimulai?” (Isinya banyak analisis risiko). Bisnis Plan: Dilakukan setelah Anda yakin bisnis itu layak. Isinya adalah panduan operasional: “Bagaimana cara saya menjual, mempromosikan, dan mengelola bisnis ini sehari-hari?” Kesimpulan untuk Anda:Jika Anda ingin membangun atau mengubah rumah tinggal menjadi tempat usaha (seperti hasil analisis HBU), langkah pertama yang harus Anda buat adalah Studi Kelayakan Bisnis ini. Jika hasilnya “Layak”, barulah Anda mencari pendanaan atau mulai membangun.

Keuangan pribadi

Apa itu Feasibility Study?

Apa itu Feasibility Study? Banyak orang tidak tau apa itu feasiblity study. Feasibility study atau Studi Kelayakan atau FS adalah kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat…

Butuh pendampingan langsung dari konsultan?

Artikel membantu Anda memahami dasarnya. Untuk proyek Anda sendiri, tim kami siap membantu dari studi kelayakan hingga manajemen konstruksi.

Konsultasi via WhatsApp

Anda akan diarahkan ke WhatsApp dengan pesan yang sudah terisi. Konsultasi awal gratis, Senin sampai Jumat 08.30 sampai 17.00.
Chat WhatsApp