JULIZAR JULIZAR

tahapan studi kelayakan bisnis

Tahapan studi kelayakan bisnis. Melakukan Studi Kelayakan Bisnis (SKB) bukanlah proses sekali jadi, melainkan serangkaian tahapan sistematis untuk memastikan ide bisnis Anda benar-benar aman untuk dijalankan. Berikut adalah 6 tahapan utama dalam melakukan Studi Kelayakan Bisnis: Tahap 1: Penemuan Ide Bisnis (Ideation) Tahap awal adalah menentukan gagasan bisnis apa yang ingin diuji. Ide bisa muncul dari riset pasar, hobi, atau analisis potensi lahan. Contoh di Properti: Berdasarkan Analisis HBU, Anda mendapatkan ide bahwa lahan Anda paling cocok dibangun “Kos-kosan Eksklusif” daripada “Ruko”. Ide inilah yang akan diuji kelayakannya. Tahap 2: Penelitian dan Pengumpulan Data Setelah ide ditetapkan, Anda harus mengumpulkan informasi yang akurat sebagai bahan analisis. Data Primer: Survei lapangan, wawancara dengan calon pelanggan, observasi pesaing di lokasi. Data Sekunder: Mencari data dari BPS, laporan tren industri, aturan tata ruang pemerintah (RDTR), dan suku bunga bank terkini. Tahap 3: Analisis Aspek-Aspek Kelayakan (The Core Analysis) Ini adalah tahap yang paling memakan waktu. Anda harus membedah ide bisnis tersebut dari berbagai sudut pandang (aspek): Aspek Pasar: Menghitung supply (pesaing) dan demand (calon pembeli). Apakah pasar masih sanggup menyerap produk Anda? Aspek Hukum: Mengecek keabsahan lahan, izin usaha (NIB), dan zonasi wilayah. Aspek Teknis: Mengecek apakah konstruksi atau teknologi yang dibutuhkan tersedia dan bisa diterapkan di lokasi tersebut. Aspek Finansial: Menghitung modal (CAPEX), biaya operasional (OPEX), serta memproyeksikan keuntungan menggunakan NPV, IRR, dan Payback Period. Aspek Lingkungan & Sosial: Dampak bisnis terhadap kemacetan, limbah, dan penerimaan warga sekitar. Tahap 4: Evaluasi Data dan Hasil Analisis Pada tahap ini, tim analis membandingkan hasil riset dengan standar keinginan investor atau perusahaan. Misal: Perusahaan mematok syarat keuntungan minimal (IRR) sebesar 15%. Jika hasil analisis finansial menunjukkan IRR hanya 10%, maka proyek ini dianggap kurang menarik meskipun aspek hukum dan teknisnya aman. Tahap 5: Pengambilan Keputusan (Go or No-Go) Berdasarkan hasil evaluasi, diambil keputusan akhir: Lanjut (Go): Jika semua aspek memberikan lampu hijau. Revisi: Jika bisnis layak tapi perlu penyesuaian (misal: harga jual diturunkan atau jumlah kamar dikurangi). Batal (No-Go): Jika risiko terlalu tinggi, melanggar hukum, atau secara finansial merugi. Tahap 6: Perencanaan Pelaksanaan (Implementation) Jika diputuskan “Lanjut”, maka data dari Studi Kelayakan tersebut diserahkan kepada tim operasional untuk disusun menjadi Business Plan yang mendetail. Tahap ini meliputi pencarian vendor, pengurusan izin resmi, hingga strategi peluncuran produk. Ringkasan Alur Berpikir Urutan Nama Tahap Output (Hasil) 1 Ideasi Konsep Bisnis 2 Riset Tumpukan Data Valid 3 Analisis Laporan Aspek (Hukum, Pasar, Finansial, dll) 4 Keputusan Rekomendasi: Lanjut atau Berhenti 5 Eksekusi Pembangunan & Operasional

Keuangan pribadi

Apa itu Feasibility Study?

Apa itu Feasibility Study? Banyak orang tidak tau apa itu feasiblity study. Feasibility study atau Studi Kelayakan atau FS adalah kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat…

Butuh pendampingan langsung dari konsultan?

Artikel membantu Anda memahami dasarnya. Untuk proyek Anda sendiri, tim kami siap membantu dari studi kelayakan hingga manajemen konstruksi.

Konsultasi via WhatsApp

Anda akan diarahkan ke WhatsApp dengan pesan yang sudah terisi. Konsultasi awal gratis, Senin sampai Jumat 08.30 sampai 17.00.
Chat WhatsApp